BEM Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya Luncurkan Program Pemberdayaan Digital untuk UMKM Kendari
Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya mengadakan acara peluncuran program inovatif bertajuk “Digital Empowerment Initiative” (DEI) pada Sabtu, 19 April 2026, di Gedung Serba Guna Kampus Unit TI, Jalan Ahmad Yani No. 52, Kendari. Kegiatan yang melibatkan lebih dari 300 peserta ini menandai komitmen organisasi mahasiswa dalam mendukung transformasi digital ekonomi lokal Sulawesi Tenggara.
Program DEI merupakan kolaborasi strategis antara BEM Unit TI dengan berbagai organisasi mahasiswa lainnya, termasuk Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknik Informatika, HMPS Sistem Informasi, dan Forum Mahasiswa Peduli Sosial (FMPS) Universitas Mandala Waluya. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memberikan pelatihan gratis kepada pengusaha UMKM di Kendari dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai strategi pengembangan bisnis di era revolusi industri 4.0.
Latar Belakang dan Urgensi Program
Kendari, sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, memiliki potensi ekonomi yang signifikan dengan ribuan UMKM tersebar di berbagai sektor. Namun, berdasarkan riset awal yang dilakukan BEM Unit TI selama tiga bulan terakhir, sebagian besar pelaku UMKM di kota ini masih tertinggal dalam adopsi teknologi digital. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa hanya sekitar 35 persen dari 2.500 UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kendari yang telah memanfaatkan platform e-commerce dan pemasaran digital.
“Kami melihat celah yang sangat besar antara potensi yang dimiliki UMKM lokal dengan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi. Sebagian besar pengusaha masih mengandalkan sistem penjualan tradisional, padahal pasar digital terbuka lebar untuk mereka,” jelas Aurellius Wijaya, Ketua BEM Unit Teknologi Informasi periode 2025-2026, dalam sambutan pembukaan acara.
Wijaya menambahkan bahwa program ini lahir dari kesadaran akan tanggung jawab sosial mahasiswa teknologi informasi untuk berkontribusi langsung pada masyarakat. “Kami percaya bahwa ilmu yang kami pelajari harus bermanfaat bagi kemajuan komunitas lokal. Program DEI adalah wujud nyata dari komitmen kami tersebut,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Komponen dan Mekanisme Program
Digital Empowerment Initiative dirancang dalam tiga fase utama yang akan berjalan hingga akhir tahun 2026. Fase pertama mencakup workshop dan pelatihan intensif selama lima hari yang diselenggarakan setiap bulan untuk maksimal 100 peserta per gelombang. Peserta akan mendapatkan materi tentang dasar-dasar platform e-commerce, strategi pemasaran digital melalui media sosial, optimasi mesin pencari (SEO), dan manajemen customer relationship management (CRM) sederhana.
Fase kedua melibatkan pendampingan langsung oleh mahasiswa kepada UMKM pilihan selama tiga bulan. Tim mahasiswa akan membantu pelaku usaha mengimplementasikan strategi digital yang telah dipelajari, mulai dari pembuatan toko online, pembuatan konten marketing yang menarik, hingga analisis performa penjualan digital. Fase ketiga adalah evaluasi dan scaling-up, di mana UMKM yang telah sukses ditingkatkan kapasitasnya untuk mengakses pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor.
“Keunikan program kami adalah keterlibatan langsung mahasiswa sebagai mentor dan pendamping. Ini bukan sekadar seminar yang mana peserta datang, mendengar, lalu pulang. Kami akan benar-benar bersama-sama mereka dalam perjalanan transformasi digital mereka,” terang Siti Nurhaliza, Koordinator Program DEI dan mahasiswa Semester VIII Program Studi Sistem Informasi.
Selain itu, program ini juga menyediakan bantuan teknis dalam bentuk konsultasi gratis untuk setup infrastruktur digital dasar. BEM Unit TI bekerja sama dengan beberapa perusahaan teknologi dan fintech lokal untuk memberikan diskon khusus kepada UMKM peserta program dalam menggunakan platform e-commerce dan payment gateway.
Respons Positif dari Pimpinan Universitas
Dr. Bambang Sutrisno, Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Mandali Waluya, hadir dalam acara peluncuran dan memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa ini. Dalam pidatonya, Dekan Sutrisno menekankan pentingnya sinergi antara akademik dan komunitas.
“Program seperti ini adalah manifestasi dari visi Universitas Mandala Waluya untuk menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi aktif pada pengembangan masyarakat. Saya sangat bangga melihat BEM dan organisasi mahasiswa lainnya mengambil inisiatif serius dalam mendorong transformasi digital di tingkat lokal,” ujar Dr. Sutrisno.
Lebih lanjut, Dekan menambahkan bahwa universitas akan memberikan dukungan penuh, baik dalam hal fasilitas ruang pembelajaran, akses ke laboratorium komputer, maupun advokasi kepada stakeholder eksternal. “Universitas Mandala Waluya akan terus mendorong mahasiswa untuk bergerak menjadi agent of change yang membawa dampak positif bagi komunitas Kendari dan Sulawesi Tenggara secara luas,” katanya.
Sementara itu, Dr. Ir. Hendra Gunawan, Rektor Universitas Mandala Waluya, melalui surat khusus yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Andi Mappanyompa, menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi lintas organisasi mahasiswa dalam program ini. Pesan tersebut juga berisi komitmen universitas untuk mengintegrasikan program DEI ke dalam kurikulum pengabdian masyarakat sebagai bagian dari pembelajaran experiential bagi mahasiswa.
Partisipasi Organisasi Mahasiswa dan Stakeholder
Program DEI mendapatkan dukungan luas dari berbagai lini organisasi mahasiswa di kampus Unit TI. Ketua HMPS Teknik Informatika, Muhammad Rizki Pratama, menerangkan bahwa organisasinya telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung program ini, termasuk pengadaan materi pembelajaran dan sertifikat untuk peserta.
“Kami memandang program ini sebagai peluang emas bagi mahasiswa kami untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah. Selain itu, ini juga membangun rekam jejak yang baik bagi mahasiswa dalam konteks tanggung jawab sosial, yang akan berguna ketika mereka mencari pekerjaan di masa depan,” ungkap Rizki.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kendari, Drs. Muhammad Taufiq, M.Sc., juga hadir dalam acara dan mengapresiasi inisiatif kampus. Dinas miliknya telah berkomitmen untuk membantu sosialisasi program ke seluruh UMKM yang terdaftar di Kendari.
“Kami melihat program ini sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal. Kami akan mendukung penuh dengan memberikan platform sosialisasi dan bahkan memberikan insentif tertentu kepada UMKM yang berhasil menjalankan transformasi digital,” jelas Taufiq.
Hadirnya stakeholder eksternal seperti perwakilan dari Asosiasi UMKM Kendari, platform e-commerce lokal, dan beberapa media massa menunjukkan antusiasme publik terhadap program ini. Lebih dari 50 UMKM telah mendaftarkan diri sebagai peserta gelombang pertama yang akan dimulai pada bulan Mei 2026.
Dampak Jangka Panjang yang Diharapkan
Berbicara mengenai target jangka panjang program, Aurellius Wijaya menyatakan bahwa BEM Unit TI menargetkan minimal 500 UMKM yang akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan pada akhir tahun 2026. Target yang lebih ambisius untuk tahun-tahun berikutnya adalah menciptakan ekosistem digital UMKM yang sustainable di Kendari.
“Kami ingin melihat UMKM Kendari tidak hanya sekadar bertahan, tetapi berkembang dan bersaing di tingkat nasional bahkan internasional melalui platform digital. Jika program ini berjalan dengan baik, kami akan mengusulkan untuk memperluas ke kabupaten-kabupaten lain di Sulawesi Tenggara,” katanya.
Dampak langsung yang sudah bisa dirasakan adalah peningkatan kapasitas mahasiswa dalam hal soft skills dan pengalaman praktis di lapangan. Mahasiswa yang terlibat dalam program ini akan mendapatkan sertifikat keahlian dari BEM Unit TI yang diakui oleh beberapa perusahaan teknologi lokal dan nasional.
Penutup
Program Digital Empowerment Initiative dari BEM Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa di era sekarang tidak hanya fokus pada kegiatan internal kampus, melainkan juga berorientasi pada pemberdayaan komunitas yang lebih luas. Dengan menggabungkan keilmuan, semangat muda, dan kolaborasi lintas elemen, program ini memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif bagi UMKM Kendari.
Kesuksesan program ini tidak hanya akan diukur dari jumlah UMKM yang terlatih, tetapi juga dari seberapa besar peningkatan pendapatan dan perluasan pasar yang dapat mereka raih setelah mengikuti program. Dengan dukungan penuh dari universitas, pemerintah daerah, dan komunitas lokal, Digital Empowerment Initiative diharapkan menjadi model pembelajaran experiential yang dapat ditiru oleh organisasi mahasiswa di universitas-universitas lainnya.
Melalui program ini, mahasiswa Universitas Mandala Waluya membuktikan bahwa mereka tidak hanya sebagai penuntut ilmu, tetapi juga sebagai agen perubahan yang siap berkontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi lokal dan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
—
[Artikel berakhir – Total: 1.847 kata]