KENDARI — Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Teknologi Informasi (UTI), kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, setidaknya lima tim mahasiswa dari Unit Teknologi Informasi berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi di kompetisi nasional dan internasional, mencakai kategori pengembangan aplikasi mobile, artificial intelligence, dan cybersecurity.
Pencapaian luar biasa ini menandai momentum positif bagi institusi pendidikan yang berlokasi di pusat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara ini. Prestasi tersebut tidak hanya meningkatkan reputasi akademik Universitas Mandala Waluya, tetapi juga membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah dapat bersaing dengan peserta dari universitas-universitas ternama di Indonesia dan bahkan tingkat internasional.
Pencapaian Spektakuler di Berbagai Kompetisi
Melacak kiprah mahasiswa UTI Universitas Mandala Waluya, terdapat beberapa prestasi signifikan yang berhasil diraih dalam periode berlangsung. Pertama, tim “CodeVision” yang terdiri dari empat mahasiswa semester enam, berhasil meraih juara kedua dalam National Software Development Competition (NSDC) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ilmuwan Komputer Indonesia (AIKI) pada akhir Maret lalu di Jakarta Convention Center.
Tim CodeVision, yang dipimpin oleh Muhammad Rizki Pratama (21 tahun, mahasiswa Informatika angkatan 2022), menghadirkan sebuah aplikasi bernama “SmartAgriculture Pro”—sebuah solusi berbasis artificial intelligence untuk mengoptimalkan hasil pertanian di daerah-daerah terpencil. Aplikasi inovatif ini mampu memprediksi kondisi cuaca, memberikan rekomendasi pola tanam, serta mengelola irigasi secara otomatis dengan akurasi hingga 94 persen.
“Kami sangat bangga bisa membawa nama Universitas Mandala Waluya ke tingkat nasional. Meskipun kami hanya meraih posisi kedua, namun proses pembelajaran dan networking yang kami dapatkan jauh lebih berharga,” ungkap Rizki dalam wawancara eksklusif dengan pers kampus, Jumat (11/4/2026) di Kantor Unit Teknologi Informasi.
Tidak berhenti di sana, prestasi berikutnya datang dari tim “CyberGuardian” yang terdiri dari tiga mahasiswa semester tujuh. Tim ini berhasil meraih penghargaan Best Innovation Award dalam Asian Cybersecurity Challenge (ACC) 2026 yang berlangsung secara virtual pada tanggal 5 April lalu. Kompetisi bergengsi ini menghadirkan peserta dari 15 negara di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Timur.
Produk inovasi mereka adalah sebuah framework keamanan siber yang mampu mendeteksi serangan zero-day dalam hitungan milidetik. Kepemimpinan tim dijabat oleh Siti Nurhidayah (22 tahun), seorang mahasiswi berprestasi yang telah tiga kali memenangkan beasiswa penuh selama menjalani studi di Universitas Mandala Waluya.
“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen pembimbing kami, Bapak Dr. Ahmad Suryanto, yang telah membimbing kami dengan sangat detail. Beliau selalu memberikan kritik konstruktif dan motivasi setiap kali tim kami mengalami hambatan dalam pengembangan project,” kata Siti, dengan ekspresi wajah yang penuh kebahagiaan dan kebanggaan.
Pencapaian Lainnya dalam Tiga Bulan Terakhir
Selain dua pencapaian besar tersebut, masih terdapat tiga penghargaan lainnya yang juga membanggakan. Tim “MobileInnovate” meraih juara harapan pertama dalam National Mobile App Development Challenge yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tanggal 28 Maret 2026.
Aplikasi yang mereka kembangkan bernama “HealthConnect Mobile” adalah platform kesehatan terintegrasi yang memungkinkan masyarakat daerah terpencil untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis secara virtual. Aplikasi ini telah diuji coba di lima kabupaten di Sulawesi Tenggara dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 92 persen.
Kemudian, tim “DataSmart Analytics” juga meraih penghargaan Best Data Science Project dalam Indonesia Data Science Excellence Forum (IDSEF) 2026 yang diadakan di Bandung pada tanggal 8 April lalu. Proyek mereka fokus pada analisis pola migrasi penduduk di Indonesia Timur menggunakan machine learning dan big data analytics.
Terakhir, tim “GreenTech Developer” berhasil meraih Silver Award dalam International Young Innovators Challenge (IYIC) 2026 yang disponsori oleh beberapa organisasi internasional. Mereka mengembangkan sistem monitoring kualitas air berbasis IoT (Internet of Things) yang dapat membantu pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya air dengan lebih efisien.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Universitas
Mengapresiasi pencapaian gemilang ini, Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Widodo, M.Sc., langsung memberikan respons positif dan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan akademik mahasiswa.
“Prestasi yang diraih oleh mahasiswa-mahasiswa UTI kami ini adalah bukti nyata bahwa Universitas Mandala Waluya memiliki sumber daya manusia yang luar biasa. Mereka telah membuktikan bahwa universitas di daerah juga mampu menghasilkan inovasi yang dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujar Prof. Bambang dalam keterangan tertulis resmi yang diterima pers kampus pada Kamis (10/4/2026).
Prof. Bambang selanjutnya menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan alokasi dana untuk mendukung kegiatan riset dan pengembangan inovasi mahasiswa. “Kami akan menambah fasilitas laboratorium, memperkuat tim dosen pendamping, dan meningkatkan program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Investasi pada talenta muda adalah prioritas utama kami ke depannya,” jelas rektor tersebut dengan penuh antusiasme.
Direktur Unit Teknologi Informasi, Dr. Ir. Slamet Riyanto, Ph.D., juga turut memberikan apresiasi yang mendalam. Menurut Slamet, pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras tidak hanya mahasiswa, tetapi juga seluruh ekosistem akademik yang ada di Unit Teknologi Informasi.
“Kesuksesan ini adalah hasil kolaborasi sempurna antara mahasiswa, dosen, dan infrastruktur pendukung. Kami memiliki tim dosen yang tidak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga memiliki passion tinggi dalam membimbing mahasiswa. Selain itu, kami juga terus berupaya meningkatkan fasilitas laboratorium dan perpustakaan digital untuk mendukung proses pembelajaran,” ungkap Dr. Slamet dalam sesi wawancara khusus pada hari yang sama.
Faktor-Faktor Kesuksesan
Menganalisis fenomena pencapaian berlipat ganda ini, terdapat beberapa faktor kunci yang menjadi pendorong utama. Pertama adalah komitmen universitas dalam membangun ekosistem inovasi yang kondusif. Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya telah menyediakan berbagai fasilitas modern, termasuk innovation lab, coding studio, dan research center yang dilengkapi dengan perangkat keras terkini.
Kedua, dukungan dosen pembimbing yang intensif dan berdedikasi. Para dosen UTI tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga secara aktif membimbing mahasiswa dalam mengembangkan proyek-proyek inovasi. Banyak di antara dosen-dosen ini yang memiliki pengalaman industri yang kaya dan terus mengikuti perkembangan tren teknologi terkini.
Ketiga, semangat kompetitif dan kolaboratif yang tinggi di kalangan mahasiswa. Mahasiswa UTI secara aktif mengikuti berbagai kompetisi sebagai salah satu sarana pembelajaran dan pengembangan diri. Mereka juga terbiasa bekerja dalam tim dan saling mendukung untuk mencapai target bersama.
Keempat, dukungan finansial yang memadai dari universitas. Melalui berbagai program beasiswa dan dana penelitian, mahasiswa dapat fokus pada studi dan pengembangan proyek tanpa harus terbebani oleh masalah ekonomi.
Rencana ke Depan dan Harapan
Melihat momentum positif ini, Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya memiliki beberapa rencana strategis untuk periode mendatang. Direktur UTI menyatakan bahwa pada tahun akademik 2026/2027, akan dibuka dua program keahlian baru yang fokus pada data science dan cybersecurity untuk mengakomodasi minat mahasiswa yang terus berkembang.
“Kami juga berencana untuk menjalin kerjasama dengan lebih banyak perusahaan teknologi terkemuka, baik lokal maupun internasional. Melalui kerjasama ini, diharapkan mahasiswa mendapatkan kesempatan magang yang lebih baik dan akses ke teknologi-teknologi cutting edge,” tambah Dr. Slamet.
Sementara itu, para mahasiswa yang meraih prestasi juga memiliki harapan besar untuk terus berkontribusi bagi kemajuan industri teknologi di Indonesia. Muhammad Rizki Pratama mengatakan bahwa tim CodeVision berencana untuk mengkomersialisasi aplikasi SmartAgriculture Pro mereka. “Kami ingin produk ini tidak hanya menjadi proyek akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi petani Indonesia,” ungkapnya penuh tekad.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Tidak dapat dipungkiri bahwa pencapaian mahasiswa UTI ini juga membawa dampak positif bagi masyarakat luas. Inovasi-inovasi yang mereka hasilkan dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil dan kurang berkembang.
Aplikasi HealthConnect Mobile, misalnya, telah membantu masyarakat di daerah terpencil Sulawesi Tenggara untuk mengakses layanan kesehatan yang lebih baik. Sementara itu, sistem monitoring kualitas air yang dikembangkan oleh tim GreenTech Developer diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengelola krisis air bersih yang menjadi permasalahan serius di beberapa wilayah.
Dari sisi ekonomi, pencapaian ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk menjadi job creator daripada job seeker. Beberapa tim sudah mengeksplorasi kemungkinan mendirikan startup dengan dukungan dari universitas dan investor.
Penutup
Prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswa Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya pada bulan-bulan terakhir ini adalah bukti nyata bahwa institusi pendidikan yang berada di daerah juga mampu bersaing secara global. Pencapaian ini tidak hanya membanggakan bagi universitas, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara.
Ke depannya, diharapkan momentum positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, dedikasi dosen pembimbing, dan semangat mahasiswa, Universitas Mandala Waluya memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi teknologi yang diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Sebagai penutup, apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian luar biasa ini. Semoga kesuksesan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berprestasi, serta membuktikan bahwa lokasi geografis bukanlah penghalang untuk mencapai impian setinggi langit.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara langsung dengan narasumber dari Universitas Mandala Waluya dan diterbitkan pada 11 April 2026.