Kendari – Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Teknologi Informasi (UTI), mencatatkan pencapaian signifikan dengan meraih status akreditasi internasional pada bulan April 2026. Pengakuan ini menjadi momentum penting bagi institusi pendidikan yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk terus meningkatkan standar mutu akademik dan relevansi kurikulum dengan industri teknologi informasi global.
Akreditasi internasional yang diterima oleh Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya merupakan hasil dari proses evaluasi menyeluruh selama 18 bulan terakhir oleh lembaga akreditasi internasional terkemuka. Proses ini melibatkan audit komprehensif terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan, mulai dari kualifikasi dosen, infrastruktur laboratorium, relevansi kurikulum, hingga output lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Bambang Hermawan, M.Sc., dalam konferensi pers pada Jumat (13/4/2026) di Aula Utama Kampus Kendari, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Akreditasi internasional yang kami terima hari ini bukan sekadar sertifikat, tetapi merupakan pengakuan terhadap dedikasi seluruh civitas akademika Unit Teknologi Informasi dalam membangun ekosistem pendidikan berkualitas. Kami berkomitmen untuk tidak berhenti di sini, melainkan terus berinovasi dan meningkatkan standar mutu hingga tahun 2027,” ujar Rektor Hermawan dengan nada penuh optimisme.
Latar Belakang Perjalanan Akreditasi
Perjalanan menuju akreditasi internasional bagi Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya dimulai sejak tahun 2024, ketika institusi ini merumuskan strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing di pasar pendidikan tinggi Asia Tenggara. Pada saat itu, UTI masih mengandalkan akreditasi nasional dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yang tentunya masih relevan namun dinilai belum cukup untuk memposisikan lulusan sebagai profesional yang diakui secara internasional.
Direktur Unit Teknologi Informasi, Dr. Ir. Siti Nurhaliza, Ph.D., menjelaskan bahwa keputusan untuk mengajukan akreditasi internasional lahir dari hasil evaluasi diri yang sangat kritis. “Kami melakukan SWOT analysis yang mendalam dan menemukan bahwa meskipun fasilitas dan dosen kami sudah baik, namun terdapat gap dalam hal standarisasi kurikulum sesuai dengan kerangka kerja internasional. Kami juga kurang memiliki publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi,” ungkap Dr. Nurhaliza dalam wawancara eksklusif dengan tim redaksi pada Senin (15/4/2026).
Untuk menutupi gap tersebut, Unit Teknologi Informasi melakukan renovasi komprehensif dalam berbagai bidang. Pertama, mereka mengadakan pelatihan intensif untuk 42 dosen tetap, dengan fokus pada metode penelitian dan publikasi internasional. Kedua, infrastruktur laboratorium diperbarui dengan peralatan terkini yang senilai 2,4 miliar rupiah. Ketiga, kurikulum direvisi dengan melibatkan industry experts dari perusahaan teknologi multinasional seperti Cisco dan IBM untuk memastikan relevansi dengan kebutuhan dunia kerja.
Standar Internasional yang Dicapai
Akreditasi internasional yang diterima oleh Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya mengikuti standar ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) yang merupakan standar akreditasi paling ketat dan prestisius untuk program studi di bidang teknik dan teknologi informasi. Pencapaian ini menempatkan UTI sebagai satu-satunya program studi di Sulawesi Tenggara yang memiliki akreditasi ABET.
Dalam penilaian ABET, Unit Teknologi Informasi dinilai sangat baik dalam beberapa aspek kunci. Pertama, learning outcomes yang jelas dan terukur; kedua, program dan pelaksanaan pembelajaran yang efektif; ketiga, student support services yang memadai; keempat, faculty credentials and development; dan kelima, program assessment dan continuous improvement. Skor yang diperoleh UTI mencapai 89 dari 100, jauh di atas standar minimum yang ditetapkan ABET yaitu 70.
Kepala Laboratorium Komputer UTI, Dr. Faisal Rachmad, M.T., menguraikan bahwa pencapaian skor tinggi ini dimungkinkan berkat investasi besar-besaran dalam pengembangan infrastruktur. “Kami memiliki delapan laboratorium komputer dengan total 320 unit perangkat, semuanya dikalibrasi dan dirawat secara berkala. Selain itu, kami juga memiliki server cloud computing dengan kapasitas 100TB untuk mendukung penelitian mahasiswa dan dosen. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa kami untuk melakukan praktik dengan teknologi terkini yang sama dengan yang digunakan oleh industri,” jelas Dr. Rachmad sambil membawa pewawancara berkeliling laboratorium.
Dampak Akreditasi Terhadap Peningkatan Mutu
Pencapaian akreditasi internasional oleh Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya diproyeksikan akan membawa dampak signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan dan relevansi lulusan. Pertama, daya tarik calon mahasiswa diperkirakan akan meningkat drastis. Pada tahun akademik 2025/2026, UTI menerima 180 mahasiswa untuk program sarjana dan 60 untuk program magister. Target penerimaan tahun akademik 2026/2027 ditetapkan meningkat menjadi 250 mahasiswa sarjana dan 100 mahasiswa magister.
Kedua, mutu lulusan diharapkan meningkat karena pembelajaran akan lebih berbasis pada standar internasional. Para dosen di UTI telah mengikuti pelatihan kurikulum berbasis outcomes dan metode pembelajaran yang student-centered. “Dengan standar ABET, mahasiswa kami tidak hanya menguasai hard skills di bidang teknologi informasi, tetapi juga soft skills seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan oleh industri,” terang Dr. Nurhaliza.
Ketiga, penelitian dan publikasi ilmiah di tingkat internasional diperkirakan akan meningkat. Target yang ditetapkan adalah setiap dosen UTI harus menghasilkan minimal satu publikasi di jurnal internasional per tahun. Saat ini, rata-rata dosen UTI menghasilkan 0,6 publikasi per tahun. Untuk mencapai target ini, universitas telah mengalokasikan dana penelitian senilai 1,2 miliar rupiah per tahun.
Keempat, akreditasi internasional akan membuka peluang kerjasama dengan universitas top dunia. Beberapa universitas dari Amerika Serikat, Australia, dan Singapura telah menunjukkan minat untuk melakukan student exchange dan joint research dengan UTI. “Kami juga sedang mengembangkan double degree program dengan University of New South Wales, yang akan dimulai pada tahun akademik 2027/2028,” kata Rektor Hermawan.
Strategi Peningkatan Mutu hingga 2027
Meskipun telah meraih akreditasi internasional, Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya tidak berpuas diri. Direktorat UTI telah merumuskan roadmap ambisius untuk periode 2026-2027 guna terus meningkatkan mutu.
Pertama, akan dilakukan peningkatan kualifikasi dosen. Saat ini, dari 42 dosen UTI, sebanyak 28 orang berpendidikan S3. Target pada 2027 adalah 35 dosen berpendidikan S3, sementara dosen S2 akan difasilitasi untuk melanjutkan studi ke jenjang S3. Universitas telah bermitra dengan beberapa universitas ternama di luar negeri untuk menyelenggarakan program doktor bersama.
Kedua, akan dilakukan ekspansi program studi. Selain program sarjana Teknologi Informasi yang sudah ada, pada tahun 2027 akan diluncurkan program sarjana Sistem Informasi dan program magister Keamanan Siber. Kedua program baru ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Ketiga, akan ditingkatkan kemitraan dengan industri. UTI akan mengembangkan curriculum yang berbasis project-based learning dengan melibatkan perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka. Mahasiswa akan mengerjakan proyek nyata yang dihadapi oleh industri, sehingga learning experience mereka akan lebih relevan dan valuable.
Keempat, akan diperkuat budaya penelitian dan inovasi. Universitas akan memfasilitasi mahasiswa dan dosen untuk mengikuti kompetisi penelitian dan inovasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada 2025, tiga proyek dari UTI telah memenangkan Kompetisi Inovasi Teknologi Pendidikan yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek.
Tantangan dan Komitmen ke Depan
Meski meraih akreditasi internasional, Dr. Nurhaliza mengakui bahwa masih terdapat tantangan dalam perjalanan peningkatan mutu ini. “Tantangan terbesar adalah mempertahankan momentum dan komitmen untuk terus berinovasi. Tidak mudah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Setiap tahun ada teknologi baru yang harus kami integrasikan ke dalam kurikulum. Kami juga menghadapi tantangan dalam hal financing, karena investasi dalam pendidikan berkualitas membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” jelasnya.
Meskipun demikian, pimpinan UTI menunjukkan komitmen yang kuat. Rektor Hermawan menegaskan bahwa universitas akan terus mengalokasikan sumber daya yang cukup untuk mendukung operasional UTI. “Kami memandang investasi dalam pendidikan berkualitas sebagai investasi jangka panjang yang akan membawa benefit bagi masyarakat Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara keseluruhan. Lulusan-lulusan berkualitas dari UTI akan membawa kontribusi positif dalam transformasi digital nasional,” kata Rektor Hermawan dengan penuh keyakinan.
Testimoni Mahasiswa dan Praktisi Industri
Mahasiswa tingkat akhir UTI, Risa Prawitasari, menuturkan bahwa akreditasi internasional membuat dirinya merasa sangat bangga. “Saya tahu bahwa gelar saya dari UTI akan diakui secara internasional. Ini membuka peluang saya untuk bekerja di perusahaan multinasional atau melanjutkan pendidikan ke universitas top dunia. Saya juga merasakan bahwa kualitas pembelajaran di UTI sudah setara dengan universitas internasional, baik dari segi materi, dosen, maupun fasilitasnya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT Infotech Sulawesi, sebuah perusahaan teknologi informasi yang menjadi mitra kampus, Ir. Eko Prasetyo, S.T., M.B.A., memuji upaya peningkatan mutu yang dilakukan UTI. “Kami sangat apresiasi dengan akreditasi internasional yang diraih UTI. Dalam rekrutmen karyawan, kami tidak hanya melihat nilai akademik, tetapi juga kompetensi praktis dan soft skills. Lulusan UTI yang kami rekrut selama tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan kualitas yang signifikan. Mereka lebih siap dan adaptif terhadap tantangan dunia kerja,” kata Ir. Eko.
Penutup
Pencapaian Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya dalam meraih akreditasi internasional ABET merupakan tonggak penting dalam perjalanan institusi menuju keunggulan akademik. Akreditasi ini bukan hanya sekadar penghargaan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus mempertahankan dan meningkatkan standar mutu pendidikan.
Dengan roadmap yang jelas untuk periode 2026-2027, komitmen yang kuat dari pimpinan kampus, dukungan penuh dari mahasiswa dan mitra industri, serta investasi yang signifikan dalam pengembangan sumber daya, Unit Teknologi Informasi Universitas Mandala Waluya memiliki prospek cerah untuk menjadi pusat unggulan pendidikan teknologi informasi di Indonesia Timur.
Masa depan tampak sangat menjanjikan bagi civitas akademika UTI dan bagi generasi mahasiswa yang akan datang. Dengan semangat continuous improvement dan inovasi, Universitas Mandala Waluya siap berkontribusi lebih besar dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas tinggi yang mampu menghadapi tantangan transformasi digital di era modern ini.